Bumi adalah planet di alam semesta yang mempunyai kehidupan dan peradaban. Permukaan luar bumi dilindungi oleh lapisan atmosfir yang memungkinkan ketersediaan udara dan air guna menunjang suatu organisme biotik untuk hidup. Seiring dengan berjalannya waktu, makhluk hidup pun terus berkembang sejalan dengan umur bumi yang kian bertambah sebagaimana lazimnya sifat penuaan yang berpengaruh terhadap  segala kinerja dari setiap unsur-unsur di bumi.
Tersebutlah organisme biotik  yang merajai bumi yaitu “manusia”. Manusia diamanatkan oleh Tuhan menjadi pemimpin, pemelihara, penjaga kedamaian dan keseimbangan di bumi. Jumlah manusia di bumi kian bertambah dari waktu ke waktu, tujuan manusia di bumi pun terabaikan, yang ada hanya keserakahan, kemungkaran, dan upaya manusia untuk bertahan hidup dengan menghalalkan segala cara, dan cenderung menjadi “parasit” yang tiap waktu menghisap dan menggerogoti BUMI (ciptaan Tuhan yang hanya bisa diam tanpa menjerit dan mengutuk).
Kini bumi sudah tua, penuh dengan luka disetiap bagian tubuhnya. Telah hancur dan rusak organ-organ dalamnya, tersumbat dan pecahlah pembuluh nadinya.
“Salahkah bumi menunjukan rasa sakitnya.?”
“Munafiklah kalian manusia yang menganggap bencana alam adalah musibah dan malapetaka yang disebabkan oleh bumi!”
Bumi Hanya Ingin Bertahan Hidup.
Menanggapi dari fakta-fakta yang telah terjadi di bumi selama ini, kami sebagai Manusia mempunyai gagasan untuk membuat suatu aksi Performance Art yang bertajuk “Dance On Earth”.
Dance yang berarti tarian, dalam konteks ini diposisikan sebagai aksi yaitu performance art. Jika kita melihat sekarang pandangan pada kejadian atau tragedi bencana yang seringkali terjadi. Berdasarkan itu, munculah simpati dengan mungkin selanjutnya empati, bukan penyuluhan. Respon pada apa yang terjadi terhadap tempat kita. Contoh sebut saja letusan gunung merapi, sadar atau tidak sadar merupakan salah satu upaya penyembuhan bumi itu sendiri.
Performance art seperti biasa didalamnya ada masalah dan pemecahan masalah. Sebuah aksi pelaku seni yang terlibat dalam konsepan “Dance On Earth” ini menjadi perenungan-perenungan batin. Semoga saja dengan adanya aksi performance art ini, kita semua menjadi manusia yang peduli dan menghargai lingkungan serta mengembalikan kita menjadi manusia seutuhnya.
“menarilah bumi”
 21 Desember 2010
Himpunan Mahasiswa Seni Rupa | Universitas Pendidikan Indonesia
Bandung



 
 
Copyright © 21 Desember 2010
Blogger Theme by BloggerThemes Design by Diovo.com